Jalan orang Benar dan Jalan Orang Fasik – Mazmur 1

Mazmur

  • 1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
  • 1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
  • 1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
  • 1:4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
  • 1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
  • 1:6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Kitab Mazmur diawali dengan pemisahan yang tegas antara orang fasik dengan orang yang hidup menurut Taurat Tuhan. Pemisahan yang disebabkan pola hidup berdampak kepada hasil yang diraih, yaitu keberhasilan bagi yang kesukaannya Taurat Tuhan dan kebinasaan dalam menjalani hidup di dunia setelah mengalami penghakiman. Penghakimanlah yang akan menjadikan manusia mengerti apakah berhasil menyenangkan hati Tuhan atau masuk ke dalam kebinasaan. Dalam Mazmur, penghakiman erat dengan sejumlah fakta, antara lain:
  • Mazmur 7:7 Bangkitlah, TUHAN, dalam murka-Mu, berdirilah menghadapi geram orang-orang yang melawan aku, bangunlah untukku, ya Engkau yang telah memerintahkan penghakiman!
  • Mazmur 9:8 Tetapi TUHAN bersemayam untuk selama-lamanya, takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman.
  • Mazmur 9:17 TUHAN telah memperkenalkan diri-Nya, Ia menjalankan penghakiman; orang fasik terjerat dalam perbuatan tangannya sendiri. H i g a y o n. S e l a
  • Mazmur 17:2 Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman: mata-Mu kiranya melihat apa yang benar.
Mazmur menyatakan ada perbedaan menyolok disebabkan oleh penghakiman, jika mata TUHAN melihat apa yang benar maka dalam penghakiman akan luput dari kebinasaan yang dinamakan hidup berhasil, sedang bila hidup tidak benar di mata TUHAN akan alami kebinasaan.Mazmur 1 ini acapkali memberikan dorongan untuk meraih keberhasilan, sebab Taurat Tuhan memperhadapkan manusia kepada berkat dan kutuk. (Ulangan 11:26 Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk:) sehingga Taurat bersifat hakim yang menentukan apakah alami berkat sehingga berhasil ataukah kutuk yang menyebabkan kebinasaan. Kitab Taurat berbeda dengan Injil yang memperhadapkan seseorang kepada kasih karunia yang menyelamatkan atau kebinasaan karena menolak kasih karunia. (Yohanes 1:17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus).Kisah Mazmur 1 adalah kisah nyata Daud, seorang anak yang ditugaskan ayahnya untuk mengembalakan beberapa ekor domba, namun ia melakukan tugas yang diberikan oleh orang tuanya dengan kelegaan dan tanggung jawab maksimal karena melakukan hukum Taurat dengan benar, yakni menghormati orang tua dan sambil memainkan kecapi memuji TUHAN, menguduskan dan membesarkan nama Tuhan. Daud bukan sosok yang tidak membaca hukum Taurat melainkan melakukan hal itu sejak kecil dengan ketulusan dan kejujuran berusaha melakukannya dengan segala kelemahan dan kesalahannya.

Daud yang tidak dipandang oleh orang tua, saudara bahkan sebangsanya….. maju berperang melawan Goliat, panglima perang pasukan Falestine yang gagah perkasa. Dalam perang tersebut, Daud membawa TUHAN ALLAH untuk menjadi hakim dengan melibatkan melakukan penghakiman sehingga dalam perang itu keterlibatan TUHAN menjadi Hakim sangat terbuka, dan TUHAN ALLAH yang menjadi Hakim, sehingga pemenang adalah yang hidup benar di mata TUHAN bukan berdasarkan keterampilan seni berperang dan ilmu perang.

Mazmur pertama adalah nasehat pemazmur untuk melibatkan ALLAH sebagai Hakim dalam membuat keputusan apakah seseorang mendapatkan berkat atau kutuk, dan hal ini hanya dapat dilakukan bila kita bertindak benar, membaca, merenungkan dan melakukan Taurat Tuhan dengan benar, jujur dan tulus serta sukacita. Dalam penghakiman TUHAN ALLAH saja orang fasik tidak tahan dalam penghakiman, meski demikian semua orang cepat atau lambat akan dihakimi TUHAN dengan bentuk vonis diberkati atau dikutuk. Dalam Injil maka yang ditawarkan TUHAN ALLAH adalah mendapat kasih karunia atau tidak mendapat kasih karunia.

Apakah Anda ingin mendapat berkat? Lakukan Taurat dengan benar. Apakah Anda ingin kasih karunia? Hiduplah di dalam Yesus Kristus Tuhan.

TUHAN berkati.

Categories: jilid 1 | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: