Nyanyian Pagi Dalam Menghadapi Musuh. Mazmur 3

Mazmur  (Terjemahan Baru I):

  • 3:1 Mazmur Daud, ketika ia lari dari Absalom, anaknya.
  • 3:2 Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku;
  • 3:3 banyak orang yang berkata tentang aku: “Baginya tidak ada pertolongan dari pada Allah.” S e l a
  • 3:4 Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.
  • 3:5 Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus. S e l a
  • 3:6 Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku!
  • 3:7 Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku.
  • 3:8 Bangkitlah, TUHAN, tolonglah aku, ya Allahku! Ya, Engkau telah memukul rahang semua musuhku, dan mematahkan gigi orang-orang fasik.
  • 3:9 Dari TUHAN datang pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu! S e l a
Mazmur yang ditulis Daud yang mengisahkan musuh yang paling berat dihadapi dalam hidupnya adalah bukan saat berhadapan dengan Goliat yang perkasa dari Falestin atau saat-saat dikejar Raja Saul melainkan saat berhadapan dengan anaknya sendiri, Absalom yang melakukan pemberontakan. Kisah ini adalah sesuatu yang merupakan fenomena, orang yang paling mengelisahkan pikiran adalah saat menghadapi anaknya sendiri yang bertolak belakang dan memberontak namun di sisi lain memiliki ikatan emosional sehingga menyebabkan habiskan banyak hal untuk menyelesaikan masalah seperti ini.
Clarke Commentary on the Bible menyatakan bahwa pemberontakan Absalom ditandai dengan berpalingnya rakyat dari Daud kepada Absalom, Daud merasa kehilangan dukungan suara rakyatnya (2 Samuel 5:13) Raja Daud terkejut melihat suatu pemberontakan mendadak dan umum. Tidak hanya umum orang, tapi melibatkan konselor/ penasehat pribadinya juga, dan banyak dari para pemimpin utamanya. Bagaimana publik?  Allah melakukan pembalasan atas dosa-dosa yang dilakukan Daud sehingga secara pribadi! Dalam pemberontakan mengerikan Absalom, kita melihat perzinahan dari Batsyeba, dan pembunuhan terhadap Uria. Sekarang kata-kata Nathan mulai dipenuhi: “Pedang tidak akan beranjak dari rumahmu.” (simak juga http://biografi-alkitab.blogspot.com/2010/10/ahitofel.html).
Dalam permasalah bangkitnya musuh dalam selimut yang tidak terduga, Daud berdoa kepada TUHAN dengan keyakinan iman bahwa Tuhan perisai yang melindungi dan yang memulihkan segala sesuatu (mengangkat kepalaku) karena kemuliaan-Nya memiliki kapasitas melakukan semuanya. Daud berdoa di tempat kudus Tuhan, yang mengharuskan hidup dalam kekudusan, kebenaran, kesalehan, kejujuran ………….
Doa yang dilakukan dengan iman yang sungguh sehingga pemazmur dapat berbaring tidur. Keyakinan yang teguh bahwa TUHAN menopang hidupnya dan memberi pertolongan padanya. Karena pertolongan Tuhan maka Daud dapat mengatasi musuh yang berat dan alami kemenangan bersama Tuhan. Berbaring memberikan kesegaran dan pemulihan, dan Daud pun nyanyikan lagu pujian di pagi hari untuk TUHAN Allah Keselamatan Kekal.
Categories: jilid 1 | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: